Liam Rosenior Harus Pergi? Masalah Chelsea Ternyata Jauh Lebih Dalam dari Sekadar Pelatih
Isu kepergian Liam Rosenior memunculkan pertanyaan besar: apakah masalah utama Chelsea benar-benar ada di pelatih, atau justru lebih kompleks dari yang terlihat?
Jika kita jujur saja, sejak awal rasanya bukan soal "apakah", melainkan "kapan" Liam Rosenior akan dipecat setelah ia ditunjuk sebagai pengganti yang mengejutkan bagi Enzo Maresca yang dipecat pada Januari lalu. Awal yang menjanjikan di bangku cadangan Stamford Bridge kini terasa seperti kenangan yang jauh, dengan rentetan hasil buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya mempercepat kejatuhannya. Setelah memimpin tim mengalami kekalahan liga kelima berturut-turut, Rosenior pantas diberhentikan dari jabatannya — namun ia hanyalah gejala dari masalah yang lebih luas dan mendalam yang dihadapi The Blues.
BELUM CUKUP BAIK
Meskipun situasi ini tentu saja tidak sepenuhnya menjadi kesalahan Rosenior, tak dapat disangkal bahwa hasil dan performa Chelsea belakangan ini sungguh tidak dapat diterima.
Pria Inggris yang belum berpengalaman ini telah memimpin tim melalui rentetan hasil buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan The Blues kalah dalam lima pertandingan liga berturut-turut sekaligus gagal mencetak satu gol pun dalam prosesnya untuk pertama kalinya sejak 1912 (benar, tahun sembilan belas dua belas). Rentetan lima kekalahan beruntun ini merupakan yang terpanjang sejak November 1993.
Situasi pelatih kepala yang tertekan itu tidak terbantu oleh jadwal pertandingan Chelsea yang menantang; mereka masih harus menghadapi Liverpool di Anfield, menjamu Nottingham Forest dan Tottenham yang sedang berjuang menghindari degradasi, serta bertandang ke benteng Stadium of Light milik Sunderland pada hari terakhir dalam upaya mereka yang kini putus asa untuk lolos ke kompetisi Eropa. Peluangnya untuk mencapai itu semakin tipis seiring berjalannya pertandingan.
Banyak yang bilang kalau Rosenior butuh satu musim pramusim penuh buat nunjukin kemampuannya, tapi kerja yang udah dilakukan Michael Carrick—yang juga nggak punya banyak pengalaman—di Manchester United sejak ditunjuk jadi pelatih sementara sekitar waktu yang sama dengan rekan sejawatnya itu mulai bekerja—yang berhasil mengangkat Setan Merah dari peringkat ketujuh ke peringkat ketiga—membuat argumen itu jadi nggak relevan.
Liam Rosenior setelah pergi dari CHELSEA!



Komentar
Posting Komentar