BPS Rilis Konversi Baku Baru, AI dan Karbon Kini Masuk Klasifikasi!

Langkah baru Badan Pusat Statistik dalam menyesuaikan perkembangan ekonomi modern berbasis teknologi dan lingkungan. 

by:cnn Indonesia 

BPS telah merilis Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang lebih adaptif untuk mengakomodasi perkembangan ekonomi baru. 

‎Ecobiz Asia
‎Ecobiz Asia
‎+1
‎Penyusunan Kode Karbon: BPS menyiapkan KBLI khusus untuk aktivitas perdagangan, penangkapan, dan penyimpanan karbon. Ini bertujuan untuk menata "rumah" bisnis karbon agar terukur dalam statistik nasional, termasuk perdagangan emisi (carbon trading).
‎Pemanfaatan AI untuk Sensus 2026: BPS akan menggunakan Generative AI (Gen AI) dan geotagging dalam Sensus Ekonomi 2026. AI digunakan untuk membantu petugas lapangan menentukan kode klasifikasi usaha secara tepat dan cepat, mengurangi risiko kesalahan manusia (human error).
‎Pengukuran Jejak Karbon: BPS memantau emisi CO2 sektor lapangan usaha untuk melihat kontribusi energi terhadap perubahan iklim, yang datanya fluktuatif (naik-turun) tergantung mobilitas ekonomi.

Baca juga:
‎TONTON VIDEO NYA DISINI ‎

Berbagai aktivitas ekonomi atau kegiatan baru seperti artifiical intelligence, content creator, hingga aktivitas terkait perubahan iklim seperti carbon capture dan carbon storage telah tercakup dalam KBLI 2025," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada kesempatan yang sama.



  📢ORANG LAIN MEMBACA: BPS merilis lapangan usaha AI dan Karbon

Untuk mendukung transisi atas pembaruan tersebut, BPS menyediakan tabel konversi sebagai jembatan antara KBLI 2020 dan KBLI 2025. Tabel ini memungkinkan pengguna menelusuri kesesuaian kode, mulai dari kategori, golongan pokok, hingga kelompok usaha yang paling rinci (5 digit).
‎terdapat tiga pola perubahan dalam tabel konversi tersebut.
‎Pertama, perubahan satu-ke-satu (one to one) di mana satu kode pada KBLI 2020 langsung dipetakan ke satu kode pada KBLI 2025. Kedua, pemecahan satu kode pada KBLI 2020 menjadi beberapa kode yang lebih spesifik pada KBLI 2025 (one to many). Ketiga, penggabungan beberapa kode pada KBLI 2020 menjadi satu kode baru pada KBLI 2025 (many to one).
‎Implementasi KBLI 2025 secara nasional dijadwalkan paling lambat 18 Juni 2026. Selama masa transisi, KBLI 2020 dan KBLI 2025 akan digunakan secara paralel hingga seluruh proses penyesuaian selesai.


Komentar

Orang lain juga mancari: